"Kita pernah sedekat doa, lalu menjauh seperti tak saling mengenal. Begitulah takdir bekerja, tanpa permisi, tanpa kompromi."
-
"Kau adalah hujan yang kusemogakan menjadi pelangi, tapi nyatanya hanya mendung yang kau tinggalkan di langit hati."
-
"Beberapa rindu tak perlu temu, cukup diingat dalam doa, lalu dilepaskan perlahan-lahan."
-
"Jangan mencintai dengan mata, sebab ia bisa tertipu. Cintailah dengan hati, karena ia tahu ke mana harus pulang."
-
"Kau datang seperti senja, indah tapi sementara. Aku mencintaimu seperti malam, setia tapi tak selalu terlihat."
-
"Aku pernah menunggu, tapi lupa bertanya: apakah kau benar-benar ingin ditunggu?"
-
"Cinta yang sejati tidak datang dengan tergesa-gesa, ia menemukan jalannya sendiri di waktu yang tepat."
-
"Kita adalah kisah yang ditulis dengan indah, tapi ditakdirkan tanpa akhir bahagia."
-
"Jangan mencintai seperti lilin, yang habis demi menerangi. Cintailah seperti bulan, yang tetap bercahaya meski dalam gelapnya sendiri."
-
"Aku bukan tak ingin melupakan, hanya saja kenangan tentangmu terlalu pandai bertahan."
-
"Barangkali kita adalah dua garis sejajar—sedekat apa pun, kita tak akan pernah bersatu."
-
"Bersamamu aku belajar, bahwa tak semua yang indah harus dimiliki."
-
"Mereka bilang waktu menyembuhkan, tapi mengapa kenangan tetap tinggal?"
-
"Aku tak pernah takut kehilanganmu, aku hanya takut kehilangan diriku sendiri saat bersamamu."
-
"Jika kau mencintaiku, tetaplah. Jika ingin pergi, pergilah. Tapi jangan kembali hanya untuk memastikan aku masih di sini."
-
"Kita dulu pernah sedekat detak jantung, tapi kini bahkan sapa pun terasa asing."
-
"Aku menunggumu dengan segala harapan, sementara kau berlalu tanpa sedikit pun alasan."
-
"Beberapa perpisahan tidak terjadi dengan kata-kata, tapi dengan perubahan sikap yang perlahan membunuh rasa."
-
"Kau mengajarkanku cara mencintai, tapi lupa mengajarkanku cara berhenti."
-
"Mungkin aku bukan rumah yang nyaman bagimu, sebab kau selalu pergi tanpa pernah ingin kembali."
-
"Aku tidak menyesal pernah mencintaimu, aku hanya menyesal berharap kau akan melakukan hal yang sama."
-
"Hati ini sudah lelah mengetuk pintu yang tak pernah kau buka."
-
"Dulu kau adalah alasanku tersenyum, kini kau adalah alasan mengapa senyumku tak lagi sama."
-
"Aku masih di tempat yang sama, tapi kau sudah pergi terlalu jauh untuk bisa kembali."
-
"Lucu, dulu aku takut kehilanganmu. Kini aku sadar, sejak awal kau bahkan tak pernah benar-benar ada untukku."
-
"Kau pergi tanpa kata, meninggalkan aku dengan seribu tanya."
-
"Aku masih di sini, mencintai dalam diam, sementara kau di sana, bahagia tanpa tahu aku ada."
-
"Dulu kau bilang aku rumah, tapi kenapa kau memilih pergi dan tak pernah kembali?"
-
"Aku tidak menangis karena kehilanganmu, aku menangis karena kau bahkan tak pernah berusaha untuk bertahan."
-
"Lucu ya, aku masih merindukanmu, sementara kau bahkan sudah melupakan namaku."
-
"Aku mencintaimu seperti ombak mencintai pantai—selalu kembali meski terus diusir pergi."
-
"Aku bertahan dengan kenangan, sementara kau sibuk menciptakan cerita baru dengan seseorang yang bukan aku."
-
"Mereka bilang waktu menyembuhkan segalanya, tapi mengapa waktu justru semakin menguatkan rinduku padamu?"
-
"Kau bilang kita akan selamanya, tapi kenapa aku justru menjadi satu-satunya yang masih bertahan?"
-
"Aku bukan tak mau melupakan, hanya saja hatiku masih penuh dengan cerita tentangmu."
-
"Aku kehilanganmu pelan-pelan, seperti senja yang hilang ditelan malam, tanpa sempat kuabadikan keindahannya."
-
"Kita pernah saling mengenggam, sampai akhirnya kau memilih melepaskan tanpa sedikit pun menoleh ke belakang."
-
"Luka paling dalam adalah ketika kau harus tersenyum, padahal hatimu sedang hancur karena seseorang yang bahkan tak peduli."
-
"Dulu, kau adalah alasan aku tersenyum. Sekarang, kau adalah alasan aku belajar berpura-pura baik-baik saja."
-
"Aku tak pernah menyangka bahwa orang yang paling kucintai akan menjadi orang yang paling menyakitiku."
-
"Kau pergi seperti angin, meninggalkan jejak yang tak bisa kupegang, hanya bisa kurasakan sakitnya."
-
"Aku ingin melupakanmu, tapi kenangan tentangmu terlalu nyaman untuk pergi."
-
"Pernah ada kita, sampai akhirnya hanya tersisa aku yang masih berusaha mengenang."
-
"Aku kehilangan seseorang yang tidak pernah benar-benar kumiliki."
-
"Aku bukan tidak bisa tanpamu, aku hanya sedang belajar hidup dengan luka yang kau tinggalkan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar